Selasa, 24 Mei 2011

dipanggil presiden..

dipanggil presiden..

Dikisahkan, seseorang bernama M hidup di suatu tempat dengan segala problematika kehidupan yang dijalani, baik suka maupun duka. Tiba-tiba dia dikabari dari juru istana bahwa dia dipanggil presiden dalam kegiatan rutin istana yaitu temu wicara. Suatu hal yang tak terduga ia bisa mendapat kesempatan emas ini karena dalam acara itu selain bisa bertatap muka dengan presiden juga bisa curhat tentang masalah hidupnya. Bagi yang beruntung presiden akan mengabulkan permintaan rakyatnya sesuai apa yang diminta.

M mulai mempersiapkan semuanya, belajar & bertanya bagaimana tatacara masuk istana, menghadap presiden, cara berpakaian, cara berbicara, dan seluk beluknya karena ini bukan bertamu biasa. Ia pun mulai menyusun daftar yang akan dimintanya.

Satu jam sebelum dimulai ia sudah sampai bersama beberapa orang-orang yang dipanggil, dengan pakaian rapi yang ia beli khusus buat acara ini karena ia sangat menghormati presiden dan tidak mau tampil mengecewakan, serta dengan harapan curhatannya di dengar, syukur-syukur dikasih hadiah atau dikabulkan permintaannya. Ia benar-benar siap dan konsentrasi sebelum acara mulai.

Terdengarlah panggilan bahwa acara dimulai, rasanya tak menyangka ia berhadapan langsung dengan presidennya. Diikuti dengan seksama setiap acara protokoler istana hingga selesai dan di penghujung acara ada sesi curhatan rakyat ke presidennya. Ia pun mulai mengutarakan apa yang ia pinta.

Apakah ia termasuk orang yang beruntung mendapat hadiah dari presidennya?

~ ~ ~

Tersirat dari kisah diatas, sebagai umat islam harus menyadari tiap harinya kita mendapat undangan khusus dari Allah SWT ( Raja dari semua manusia – An Nas: 2 ), termasuk Raja dari presiden kita dan Dialah yang menciptakan kita sehingga kita bisa mencicipi indahnya dunia ini. Tak tanggung-tanggung manusia diundang 5 kali sehari dari undangan yang dititipkan muadzin lewat alunan adzan untuk menghadap Allah SWT dalam acara rutin yaitu sholat fardlu.

Selama kita masih diundang ( mendengar undangan ) berarti ini kesempatan emas karena kita masih diberi kesempatan untuk menghadap Raja kita untuk berucap syukur atas nikmat bernyawa, bernafas, mendengar, melihat, mencium dan juga kesempatan untuk berkeluh kesah, meminta sebanyak yang kita inginkan untuk mendapat kenikmatan yang lebih. Belum tentu kita mendapatkan lagi undangan ini di esok hari bahkan 1 jam kemudian, karena kita tidak tahu kapan nyawa kita akan kembali kepada-Nya. ( sesuatu yang bernyawa tak akan mati melainkan dengan izin Allah, umur setiap orang telah ditetapkan – Ali Imron: 145 )

Sebuah acara ada tatacaranya, demikian pula sholat ada syarat rukunnya, termasuk tatacara menuju istana Allah. Mulai berpakaian, waktu acara, wudlu, gerakan sholat, dan bacaan sholat. Semuanya sudah ada aturannya dan kita bisa mendapatkan ilmu ini bahkan wajib kita cari ilmu ini dari Alqur’an, hadits, ijtihad dan ijma para shahabat Rosulullah SAW, yang turun menurun diajarkan kepada pewarisnya hingga sampai kepara para guru, kyai, ustad, dan orang tua kita ataupun ke teman kita. ( tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat - alhadits )

Waktu acarapun tiba ( setiap sholat ada waktunya - alhadits ). Selayaknya kita harus siap di masjid sebelum waktunya agar mempersiapkan kekhusukan dalam ibadah. Bukannya datang telat karena ini mempengaruhi kredibilitas kita dihadapan yang mengundang kita, apalagi dalam hal ini kita mau mengajukan proposal untuk memuluskan beberapa keinginan kita dihadapan Allah SWT.

Berpakaian pun ada adabnya, yang pasti syaratnya harus suci bebas dari najis dan menutup aurat. Di sini kita menghadap Sang Raja manusia, Raja dari semua raja. Allah SWT sangat-sangat lebih layak kita hormati dibanding yang lainnya. Alangkah baiknya kita memakai pakaian terbaik yang kita miliki untuk menghadapNya, bukan pakaian seadanya atau pakaian yang lebih jelek dibanding kita menghadiri undangan pernikahan atau undangan menghadap bupati atau presiden. ( pakailah pakaianmu yang bagus setiap kali memasuki masjid - Al A’raf: 31 ), bahkan ada yang bilang sholat hari raya disunahkan memakai pakaian yang terbaru yang kita miliki. Untuk ke sebuah pesta saja kita rela beli khusus untuk itu, atau kita menyiapkan beberapa baju batik yang bagus khusus untuk ke acara pernikahan kan?. Tentunya pakaian juga tidak mengganggu jamaah lainnya terutama yang di belakang kita, jangan sampai orang yang di belakang kita terganggu kekhusukannya karena melihat gambar upin-ipin, tengkorak dll di baju kita atau tulisan-tulisan yang mencorak dan aneh.

Dan tibanya panggilan waktu acara dimulai, alunan nada iqomah. Kita harus sudah siap bersama yang lainnya, khusu’ mengikuti rukun sholat dan diakhiri dengan berdo’a dengan sungguh-sungguh. Terlebih dahulu kita harus pelajari adab berdoa agar do’a kita dikabulkan oleh Allah SWT.

Apabila belum juga dikabulkan di dunia janganlah su’udhon, tetaplah khusnudhon kepada Allah SWT karena bisa jadi doa kita akan dibalas di akhirat ( sungguh akhirat lebih baik dari pada dunia - Ad Dhuha: 4 ) karena harus yakin bahwa kebahagiaan di akhirat lebih nikmat dari pada dunia yang hanya sebentar kita singgahi entah 65 tahun, 30 tahun, bahkan ada yang hanya 1-2 hari saja singgah di dunia ( akhirat jauh lebih baik dan abadi - Al A'la: 17 ).

Bisa juga permintaan kita diberi jawaban yang lain, yang tidak sesuai permintaan kita tetapi sebenarnya itu adalah yang terbaik buat kehidupan kita ( boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui - Al Baqarah: 216 ).

Dan apapun jawaban Allah SWT, syukurilah & nikmatilah..

( jika kamu bersyukur akan nikmat yang Aku berikan kepadamu, niscaya akan Aku tambah nikmat tersebut kepadamu, namun jika kamu kufur akan nikmat-Ku, ingatlah bahwa azab-Ku sangat pedih – Al Ibrahim: 7 )

subhanallah walhamdulillah wala Ilaaha illallah wallahu akbar

wallahu a’lam bishshowab

*semoga tulisan ini bisa selalu mengingatkanku, amin..

Cikarang, 24 Mei 2011