Rabu, 22 April 2009

- bergesernya idola/ panutan kita...

mungkin inilah gambaran masyarakat indonesia sekarang, ternyata bukan hanya anak-anak band yang lebih suka mengidolakan artis luar negeri (bonjovi, muse, madona dkk.) tapi dalam hal beragama juga sekarang ngetren mengidolakan orang luar negeri seperti dari timur tengah.

padahal menurutku ni.. biografi dan baik-buruknya rhoma irama lebih jelas kita ketahui dibanding bonjovi dkk (biografinya aja dari katanya..atau dari buku internet, yang kita belum tentu tahu biografi penulisnya dan kebenaran isinya)

hematnya lebih baiknya kita mengidolakan & mengikuti panutan yang lebih kita kenali sepeti KH.M.Hasyim asy`ari, KH.Ahmad Dahlan, KH.Wahid Hasyim, Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, buya Hamka, dan para walisongo.
walaupun kita tahunya dari orang tua kita, kakek, guru atau ustad dst..insya Allah mutawatir mereka tahu seluk-beluk orang yang diikuti atau di idolakan, karena mereka juga ngajinya ke bumi Rasulullah SAW.
insya ALLAH orang tua kita lebih bisa kita yakini kebenaranya mereka orang yang baik yang tak akan menjerumuskan anak-anaknya, sehingga sejarah biografi dan tuntunanya lebih bisa kita yakini.

Apalagi para walisongo hampir semua masih keturunan Rasulullah SAW, ilmu turun menurun dari Rasulullah ke anaknya, para sahabat, hingga ke mereka. bahkan beberapa ulama Indonesia seperti Syeh Nawawi al-bantani dan Syech Mahfudz at Tarmusi (Ponpes Tremas Pacitan) beberapa kitabnya menjadi acuan ulama-ulama timur tengah dan diakui kehebatannya.

Bukan berarti orang-orang timur tengah yang dekat dengan bumi Rasulullah SAW itu menjamin lebih baik daripada ulama-ulama disini, karena orang arab saja beberapa terkena kasus seperti penyiksaan TKI. Asal kita mau perdalam sedalam-dalamnya kalau kita belum yakin ajaran yang dibawanya baik melalui pesantren, atau pun bertanya anaknya atau murid-muridnya.

Yang penting jangan sampai beranggapan produk import lebih bagus dari lokal, atau ngakunya murni dan lebih islami sedang kita mengenalnya saja dari buku atau internet. Apa akan yakin begitu saja? biografinya kita tahu dari mana? buku? siapa pengarangnya? biografi pengarangnya bagaimana? adab kehidupan pengarangnya bagaimana, dst.

tinggal kembali lagi ke kita, lebih percaya rhoma irama atau bonjovi..???

wALLAHu a`lam bisshowab

Tidak ada komentar: